Pada kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang konfigurasi access point CISCO LINKSYS E100
berikut adalah tahapannya.
1. buka jendela browser anda, lalu masuk pada address 192.168.1.1 (address untuk cisco). sebelum agan masuk ke address tersebut terlebih dahulu agan ganti IP menjadi IP static seperti 192.168.1.2 agar jendela kerja dapat terbuka
2. lalu anda akan masuk ke tampilan berikut ini
3. klik task bar menu wireless lalu masuk ke basic wireless setting lalu isi SSID sesuai dengan keinginan anda sekalian
4. setelah itu masuk ke sebelah sub menunya yaitu wireless security, lalu pilih pada sub menu -security mode pilih - WPA2 Personal, pada kotak -passphrase isi masukkan password anda
jangan lupa setelah anda melakukan suatu pergantian di dalam pengaturan di atas selalu akhiri dengan save setting pada bagian bawah. ketika pengturan anda selesai klik reboot pada sub menu -basic setup, di menu -setup
sekian dan terima kasih
wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatu
terima kasih ke pada :
1. Mas Ahmad dan Kak Joana
2. Gusti Mbah google
Showing posts with label NETWORK. Show all posts
Showing posts with label NETWORK. Show all posts
Konfigurasi Routing Switching
Konfigurasi Berbagai perangkat di dalam suatu Network
Berbagai Konfigurasi yang digunakan
TRUNK dan VLAN ( Virtual LAN )
Trunk adalah konfigurasi port dari switch menuju port router. Sedangkan vlan (virtual LAN) atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda.
untuk konfigurasi TRUNK
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
untuk konfigurasi VLAN
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode acces
TRUNK dan VLAN ( Virtual LAN )
Trunk adalah konfigurasi port dari switch menuju port router. Sedangkan vlan (virtual LAN) atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda.
untuk konfigurasi TRUNK
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
untuk konfigurasi VLAN
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode acces
Switch(config-if)# switchport acces vlan 10
Switch(config-if)#exit
Konfigurasi NAT
NAT (Network Address Translation) adalah konsep yang digunakan untuk mentranslasikan sebuah ip address dengan ip address lainnya. Alasannya adalah agar device dengan ip private dapat berkomunikasi dengan internet, penghematan ip public dan keamanan. untuk gambarnya silahkan dilihat pada gambar di bawah ini
Konfigurasi Router
Lokal
Router(config)#access-list
1 permit any
Router(config)#ip
nat inside source list 1 interface fa0/0 overload
Router(config)#interface
fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip
nat inside
Router(config)#interface
fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip
nat outside
Konfigurasi EIGRP
Pengertian EIGRP
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing
protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut
sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa
digunakan sesama router cisco saja. Bagaimana bila router cisco
digunakan dengan router lain seperti Juniper, Hwawei, dll menggunakan
EIGRP??? Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama
router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas-fasilitas yang diberikan pada protocol ini.
Router 0
- Router>enable
- Router#configure terminal
- Router(config)#router eigrp 1
- Router(config-router)#network 20.20.20.0
- Router(config-router)#network 10.10.10.0
Router 1
- Router>enable
- Router#configure terminal
- Router(config)#router eigrp 1
- Router(config-router)#network 30.30.30.0
- Router(config-router)#network 10.10.10.0
Open Shortest Path First (OSPF)
adalah sebuah routing protokol standar terbuka yang telah di
implementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan. OSPF bekerja dengan
sebuah algoritma yang disebut Dijkstra.
Open Shortest Path First (OSPF) merupakan protokol routing yang
dipergunakan dalam Internet Protocol (IP) jaringan. ini adalah
link-state routing protocol dan juga sebagai kelompok interior gateway
protokol, yang beroperasi dalam satu sistem otonom (AS). Didefinisikan
sebagai OSPF Versi 2 dalam RFC 2328 (1998) untuk IPv4. The update untuk
IPv6 ditetapkan sebagai OSPF Versi 3 dalam RFC 5340 (2008). OSPF adalah
mungkin yang paling banyak digunakan interior gateway protocol (IGP) di
perusahaan besar jaringan.
Teknologi yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi link-state yang memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute.
Cara updatenya itu secara Triggered update, maksudnya tidak semua informasi yg ada di router akan dikirim seluruhnya ke router-router lainnya, tetapi hanya informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang akan di kirim ke semua router dalam 1 area,
sehingga meng-efektifkan dan mengefisienkan bandwidth yg ada.
Teknologi yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi link-state yang memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute.
Cara updatenya itu secara Triggered update, maksudnya tidak semua informasi yg ada di router akan dikirim seluruhnya ke router-router lainnya, tetapi hanya informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang akan di kirim ke semua router dalam 1 area,
sehingga meng-efektifkan dan mengefisienkan bandwidth yg ada.
contoh konfigurasi OSPF
Konfigurasi Router 0
Router>enable
Router#configure
terminal
Router(config)#router
ospf 1
Router(config-router)#network
1.0.0.0 0.255.255.255 area 0
Router(config-router)#network
2.0.0.0 0.255.255.255 area 0
Konfigurasi Router 1
Router>enable
Router#configure
terminal
Router(config)#router
ospf 1
Router(config-router)#network
1.0.0.0 0.255.255.255 area 0
Router(config-router)#network
3.0.0.0 0.255.255.255 area 0
Switch Layer 3
Switch layer 3
merupakan switch yang juga bekerja di layer 3 selain layer 1 dan 2. Switch
jenis ini memiliki kemampuan untuk melakukan proses routing. Berikut contoh
inter vlan routing dengan menggunakan switch layer 3 :
Konfigurasi pada Switch cisco :
Switch>enable
Switch#configure
terminal
Switch(config)#vlan
2
Switch(config-vlan)#vlan
3
Switch(config-vlan)#interface
FastEthernet0/1
Switch(config-if)#switchport
access vlan 2
Switch(config-if)#interface
FastEthernet0/2
Switch(config-if)#switchport
access vlan 2
Switch(config-if)#interface
FastEthernet0/3
Switch(config-if)#switchport
access vlan 3
Switch(config-if)#interface
FastEthernet0/4
Switch(config-if)#switchport
access vlan 3
Switch(config-if)#interface
Vlan2
Switch(config-vlan)#ip
address 1.1.1.1 255.0.0.0
Switch(config-vlan)#interface
Vlan3
Switch(config-vlan)#ip
address 2.2.2.1 255.0.0.0
Switch(config-if)#interface
FastEthernet0/5
Switch(config-if)#no
switchport
Switch(config-if)#no
shutdown
Switch(config-if)#ip address 3.3.3.3 255.0.0.0
Konfigurasi pada router cisco
Router>enable
Router#configure
terminal
Router(config)#interface
FastEthernet0/0
Router(config-if)#no
shutdown
Router(config-if)#ip
address 3.3.3.1 255.0.0.0
Router(config-if)#ip rou 0.0.0.0 0.0.0.0 fa0/0
STP
STP
(Spanning Tree Protocol) adalah protokol yang bekerja di layer 2 ini mencegah
terjadinnya looping atau pengulangan ketika sebuah network ethernet menggunakan
jalur cadangan yang akan digunakan ketika jalur utama bermasalah. Secara
default STP sudah berjalan di switch cisco.
Keterangan :
- Route bridge = Switch yang mempunyai bridge ID terendah
- Desg port adalah port yang berkerja menjauhi Route brigde
- Root port adalah port yang berkerja mendekati Route bridge
- Alt port adalah port yang diblok.
ACCESS LIST
Network yang digunakan adalah
PC 1 : 1.0.0.0/8
PC 2 : 2.0.0.0/8
PC 3 : 3.0.0.0/8
Untuk konfigurasinya adalah
Router(config)#access-list 1 deny 1.0.0.0 0.255.255.255
Artinya menolak network 1.0.0.0/8 pada access list nomor 1, dalam access list digunakan wild card mask.
Router(config)#access-list 1 permit any
Artinya mengizinkan network apapun, hal ini perlu ditambahkan karena
secara default perintah "deny any" yang artinya menolak semua akan
terdapat pada baris terakhir dalam pembuatan access list, sehingga perlu
ditambahkan "permit any".
Router(config)#interface fa2/0
masuk interface fast ethernet 2/0, yang merupakan interface yang terhubung ke network 3.0.0.0
Router(config-if)#ip access-group 1 out
artinya mengaktifkan access list 1 untuk data yang keluar dari interface fast ethernet 2/0
Konfigurasi DHCP
Pengertian DHCP
DHCP
(Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara
otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer
yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan
komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.
Cara Kerja DHCP
DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP, antara lain:
1. IP Least Request
Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).
2. IP Least Offer
DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada) yang mempunyai no IP memberikan penawaran ke client tersebut.
3. IP Lease Selection
Client memilih penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali
melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut
kepada DHCP Server.
4. IP Lease Acknowledge
DHCP
Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa
konfirmasi no IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah
ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat
(binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan
tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik tawarannya kembali.
Kita akan konfigurasi dhcp pool nya di router
- Router>enable
- Router#configure terminal
- Router(config)#interface FastEthernet0/0
- Router(config-if)# ip address 30.30.30.1 255.255.255.0
- Router(config-if)#no shutdown
- Router(config-if)# exit
- Router(config)#ip dhcp pool DHCP SERVER
- Router(dhcp-config)#network 30.30.30.0 255.255.255.0
- Router(dhcp-config)#default-router 30.30.30.1
- Router(dhcp-config)#exit
Untuk Kelengkapan dan kemudahan akses jaringan ditambahkan beberapa konfigurasi seperti ini
Cara Menghapus Settingan switch
digunakan apabila switch yang akan kita config, pernah dikonfigurasi oleh orang lain. Gunanya untuk menghapus semua pengaturan yang ada di dalam switch. seperti ingin menghapus settingan vlan sebelumnya caranya dengan :
#write erase
#delete flash:vlan.dat
#reload
Cara menghapus Settingan Router
#write erase
#reload
Setting Loopback
Pada NMS (Network Monitoring Sistem ), kita harus mengetahui terjadi gangguan atau tidaknya pada perangkat yang dituju. Bukan hanya melalui Interfacenya saja, maka IP Loopback digunakan untuk mengetahui keadaan perangkat apakah menyala atau tidak. Letak IP Loopback sendiri ada di dalam perangkat. Caranya Adalah :
#int loopback 0
#ip address 1.1.1.1 255.255.255.2555
TELNET
definisi:
TELNET (telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan. yan digunakan di koneksi internet atau LAN. TELNET dikembangkan pada 1969. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.
kegunaan:
kegunaan dari telnet ini adalah dapat mengontrol satu komputer dari komputer lain dengan jarak yang tak terbatas. data input dari keyboard pengatur langsung di jalankan di komputer yang di atur dengan remote komputer tadi.
konfigurasinya adalah
#line vty 0 4 - artinya perangkat tersebut dapat di akses oleh 5 user dalam waktu bersamaan
#login local
#privilige level 15 - 15 adalah level tertinggi di cisco, user dapat melakukan apapunterhadap perangakat
#enable secret cisco
#username cisco password cisco
sekian dari ane
wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatu
Terima kasih kepada :
1. Bapak Dedi Gunawan (yang ngajarin ane konfigurasi gan )
2. Gusti mbah google
Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting
Pengertian
IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia.
Format Penulisan IP Address
IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111.( Bingung yah mbak2/agan2, sama awal'a ane jg Hehehe)
IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.
CARA MUDAH MENGHITUNG IP SUBNETTING
1. Untk menghitung IP di kelas C
Sebelum kita masuk masuk ke kelas2 IP ane mw ngasih tw nih cara ngitung cepat'a
misalkan ada IP : 192.168.10.10/24 (angka di belakang slice ditentukan dari kelasnya sendiri gan )
2. Untuk menghitung IP di kelas B
sama dengan cara perhitungan ip kelas C dia taas hanya saja ada beberapa hal yang di tambahkan dalam beberapa perhitungan, yaitu :
a) Sebelum melakukan perhitungan, angka di belakang / (slice) ditambahkan dengan 8, contoh :
/22 menjadi 22+8 = 30 hasilnya /30
/21 menadi 21+8 = 29 hasilnya /29
dst.
b) untuk maksimum IP hasil yang di dapatkan dalam perhitungan IP kelas C di kali-kan dengan 256
contoh : 4 (hasil maks. IP ) menjadi 4*256 (0-3)
8 (hasil maks. IP ) menjadi 8*256 (0-7)
dst.
c) untuk menentukan Subnetting, peletakan angka ditaruh pada oktet ke 3, contoh :
- 248 (hasil dari subnet ) menjadi : 255.255.248.0
-252 (hasil dari subnet ) menjadi : 255.255.252.0
dst.
selanjutnya hasil perhitungan seterus'a seperti IP Network, IP broadcast, dan IP host. Sama dengan perhitungan kelas C
3.Untuk menghitung IP di kelas C
sama dengan cara perhitungan ip kelas C dia taas hanya saja ada beberapa hal yang di tambahkan dalam beberapa perhitungan seperti pada kelas B yaitu :
a) Sebelum melakukan perhitungan, angka di belakang / (slice) ditambahkan dengan 8+8, contoh :
/12 menjadi 12+8+8 = 28 hasilnya /28
/11 menadi 11+8+8 = 27 hasilnya /27
dst.
b) untuk maksimum IP hasil yang di dapatkan dalam perhitungan IP kelas C di kali-kan dengan 256*256
contoh : 4 (hasil maks. IP ) menjadi 4*256*256 (0-3)
8 (hasil maks. IP ) menjadi 8*256*256 (0-7)
dst.
c) untuk menentukan Subnetting, peletakan angka ditaruh pada oktet ke 2, contoh :
- 248 (hasil dari subnet ) menjadi : 255..248.0.0
-252 (hasil dari subnet ) menjadi : 255.252.0.0
dst.
selanjutnya hasil perhitungan seterus'a seperti IP Network, IP broadcast, dan IP host. Sama dengan perhitungan kelas C
Berikut sedikit penjabaran dari ane gan
# Kelas A
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
Bit Pertama : 0
Net-ID : 8 bit
Host-ID : 24 bit
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214
Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.
# Kelas B
2 Bit Pertama : 10
Net-ID : 16 bit
Host-ID : 16 bit
Range IP : 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532
# Kelas C
3 Bit Pertama : 110
Net-ID : 24 bit
Host-ID : 16 bit
Range IP : 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255
Jumlah IP : 254
# Kelas D
4 Bit Pertama : 1110
Byte Inisial : 224 - 247
Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID
# Kelas E
4 Bit Pertama : 1111
Byte Inisial : 248 - 255
Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
-> Network ID (Net-ID)
Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Conto :
1. Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0.
2. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 - 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16
Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> IP Broadcast
Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .
Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> Subnet Mask (Netmask)
# Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk : membedakan Net-ID dan Host-ID
# menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0
Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0
Conto :
sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .
-> Prefix
Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24
-> Jumlah IP yang tersedia
Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 - 192.168.0.255)
Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..
-> Jumlah Host
Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 - 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.
Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia - 2
-> IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Conto :
202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst
Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
-> IP Private
Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Conto :
192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst
Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.
Memulai Perhitungan
Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :
Cara membaca :
Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai '1' dan yg lainnya bernilai '0' ( .10000000 ) maka
1. Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
2. Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
3. Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
4. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
192.168.0.0 - 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen
192.168.0.128 - 192.168.0.255
5. Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .
Sekarang dapatkah Anda mencari seperti 5 point sebelumnya apabila 3 bit pertama di beri nilai '1' ?
Latihan
* Saya memiliki IP sebagai berikut :
A. 192.168.0.10/28
B. 192.168.0.15/netmask 255.255.255.240
C. 192.168.0.16/22
D. 192.168.0.20 netmask 255.255.255.240
E. 192.168.0.20/20
F. 192.168.0.9/12
G. 192.168.0.11/255.255.255.250
Pertanyaan :
1. Manakah IP yang dapat saling berhubungan (berada dalam segmen yang sama) ?
2. Berapakah netmask untuk IP A,C,E,F ?
3. Berapakah nilai prefix untuk IP B,D,G ?
4. Manakah IP yang tidak dapat digunakan dalam jaringan, dan apa sebabnya ?
5. Berapa range untuk masing-masing IP ?
6. Tentukan untuk A,C,E, dan F masing-masing :
- IP Maksimum
- Subnet mask
- IP Network
- IP Broadcast
- IP Host
Referensi :
1. TCP/IP Standart, Desain dan Implementasi Bapak Dedi Gunawan ( yg ngajarin ane gan Hehehe)
2. Gusti Mbah Google.com
3. Pengalaman ngeset IP. di suatu perusahaan swasta (n_n)
Sekian dari ane Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatu
IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia.
Format Penulisan IP Address
IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111.( Bingung yah mbak2/agan2, sama awal'a ane jg Hehehe)
IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.
CARA MUDAH MENGHITUNG IP SUBNETTING
1. Untk menghitung IP di kelas C
Sebelum kita masuk masuk ke kelas2 IP ane mw ngasih tw nih cara ngitung cepat'a
misalkan ada IP : 192.168.10.10/24 (angka di belakang slice ditentukan dari kelasnya sendiri gan )
2. Untuk menghitung IP di kelas B
sama dengan cara perhitungan ip kelas C dia taas hanya saja ada beberapa hal yang di tambahkan dalam beberapa perhitungan, yaitu :
a) Sebelum melakukan perhitungan, angka di belakang / (slice) ditambahkan dengan 8, contoh :
/22 menjadi 22+8 = 30 hasilnya /30
/21 menadi 21+8 = 29 hasilnya /29
dst.
b) untuk maksimum IP hasil yang di dapatkan dalam perhitungan IP kelas C di kali-kan dengan 256
contoh : 4 (hasil maks. IP ) menjadi 4*256 (0-3)
8 (hasil maks. IP ) menjadi 8*256 (0-7)
dst.
c) untuk menentukan Subnetting, peletakan angka ditaruh pada oktet ke 3, contoh :
- 248 (hasil dari subnet ) menjadi : 255.255.248.0
-252 (hasil dari subnet ) menjadi : 255.255.252.0
dst.
selanjutnya hasil perhitungan seterus'a seperti IP Network, IP broadcast, dan IP host. Sama dengan perhitungan kelas C
3.Untuk menghitung IP di kelas C
sama dengan cara perhitungan ip kelas C dia taas hanya saja ada beberapa hal yang di tambahkan dalam beberapa perhitungan seperti pada kelas B yaitu :
a) Sebelum melakukan perhitungan, angka di belakang / (slice) ditambahkan dengan 8+8, contoh :
/12 menjadi 12+8+8 = 28 hasilnya /28
/11 menadi 11+8+8 = 27 hasilnya /27
dst.
b) untuk maksimum IP hasil yang di dapatkan dalam perhitungan IP kelas C di kali-kan dengan 256*256
contoh : 4 (hasil maks. IP ) menjadi 4*256*256 (0-3)
8 (hasil maks. IP ) menjadi 8*256*256 (0-7)
dst.
c) untuk menentukan Subnetting, peletakan angka ditaruh pada oktet ke 2, contoh :
- 248 (hasil dari subnet ) menjadi : 255..248.0.0
-252 (hasil dari subnet ) menjadi : 255.252.0.0
dst.
selanjutnya hasil perhitungan seterus'a seperti IP Network, IP broadcast, dan IP host. Sama dengan perhitungan kelas C
Berikut sedikit penjabaran dari ane gan
# Kelas A
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
Bit Pertama : 0
Net-ID : 8 bit
Host-ID : 24 bit
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214
Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.
# Kelas B
2 Bit Pertama : 10
Net-ID : 16 bit
Host-ID : 16 bit
Range IP : 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532
# Kelas C
3 Bit Pertama : 110
Net-ID : 24 bit
Host-ID : 16 bit
Range IP : 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255
Jumlah IP : 254
# Kelas D
4 Bit Pertama : 1110
Byte Inisial : 224 - 247
Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID
# Kelas E
4 Bit Pertama : 1111
Byte Inisial : 248 - 255
Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
-> Network ID (Net-ID)
Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Conto :
1. Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0.
2. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 - 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16
Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> IP Broadcast
Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .
Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> Subnet Mask (Netmask)
# Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk : membedakan Net-ID dan Host-ID
# menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0
Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0
Conto :
sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .
-> Prefix
Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24
-> Jumlah IP yang tersedia
Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 - 192.168.0.255)
Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..
-> Jumlah Host
Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 - 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.
Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia - 2
-> IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Conto :
202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst
Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
-> IP Private
Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Conto :
192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst
Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.
Memulai Perhitungan
Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :
Cara membaca :
Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai '1' dan yg lainnya bernilai '0' ( .10000000 ) maka
1. Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
2. Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
3. Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
4. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
192.168.0.0 - 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen
192.168.0.128 - 192.168.0.255
5. Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .
Sekarang dapatkah Anda mencari seperti 5 point sebelumnya apabila 3 bit pertama di beri nilai '1' ?
Latihan
* Saya memiliki IP sebagai berikut :
A. 192.168.0.10/28
B. 192.168.0.15/netmask 255.255.255.240
C. 192.168.0.16/22
D. 192.168.0.20 netmask 255.255.255.240
E. 192.168.0.20/20
F. 192.168.0.9/12
G. 192.168.0.11/255.255.255.250
Pertanyaan :
1. Manakah IP yang dapat saling berhubungan (berada dalam segmen yang sama) ?
2. Berapakah netmask untuk IP A,C,E,F ?
3. Berapakah nilai prefix untuk IP B,D,G ?
4. Manakah IP yang tidak dapat digunakan dalam jaringan, dan apa sebabnya ?
5. Berapa range untuk masing-masing IP ?
6. Tentukan untuk A,C,E, dan F masing-masing :
- IP Maksimum
- Subnet mask
- IP Network
- IP Broadcast
- IP Host
Referensi :
1. TCP/IP Standart, Desain dan Implementasi Bapak Dedi Gunawan ( yg ngajarin ane gan Hehehe)
2. Gusti Mbah Google.com
3. Pengalaman ngeset IP. di suatu perusahaan swasta (n_n)
Sekian dari ane Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatu
Subscribe to:
Comments (Atom)
-
Pengertian IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang unive...
-
Hai kids zaman Now,.... it seems like new social networking apps are popping up each day, creating new wa...
-
Penguat IF : digunakan untuk menguatkan Frekuensi Intermediet (IF) sebelum diteruskan ke blok detektor. IF merupakan hasil dari pencamp...





